
Majalengka (Kemenhaj)— Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak melepas keberangkatan 445 jemaah haji Kloter KJT 13 asal Kabupaten Cirebon di Bandara Internasional Jawa Barat, Kertajati, Jumat (1/5/2026).
Dalam pelepasan tersebut, Wamenhaj menekankan bahwa pelayanan menjadi ruh utama dalam penyelenggaraan ibadah haji. Menurutnya, setiap proses layanan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh jemaah, mulai dari embarkasi, penerbangan, kedatangan di Arab Saudi, hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
“Orientasi kita adalah pelayanan. Negara hadir untuk memastikan jemaah mendapatkan pendampingan yang baik, layanan yang jelas, dan perlindungan yang maksimal selama menjalankan ibadah haji,” ujar Dahnil.
Wamenhaj meminta seluruh petugas haji bekerja dengan responsif dan tidak menunggu jemaah mengalami kesulitan. Petugas, kata dia, harus aktif menyapa, membantu, dan memastikan kebutuhan jemaah terpenuhi, terutama bagi jemaah lansia, jemaah berisiko tinggi, maupun jemaah yang membutuhkan pendampingan khusus.
“Petugas harus peka. Jangan hanya menunggu laporan, tetapi hadir di tengah jemaah. Pastikan mereka tahu harus ke mana, bertanya kepada siapa, dan mendapatkan bantuan saat membutuhkan,” tegasnya.
Kepada jemaah, Wamenhaj berpesan agar menjaga kesehatan, mengikuti arahan petugas, serta mengutamakan ibadah wajib. Ia mengingatkan bahwa haji adalah ibadah fisik yang membutuhkan kesiapan, kedisiplinan, dan kemampuan mengatur tenaga.
“Jaga kesehatan, jangan memaksakan diri, dan ikuti arahan petugas. Fokus utama adalah menjalankan rukun dan wajib haji dengan baik. Semoga seluruh jemaah Kloter KJT 13 diberikan kelancaran dan kembali ke Tanah Air dengan haji yang mabrur,” ucapnya.
Pelepasan jemaah Kloter KJT 13 turut didampingi Staf Khusus Menteri Haji dan Umrah Rachmat Tri Fahmi, Kepala Biro Umum Slamet, serta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat.
Keberangkatan Kloter KJT 13 menjadi bagian dari komitmen Kementerian Haji dan Umrah dalam menghadirkan penyelenggaraan haji yang semakin tertib, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah.